Jakarta:
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram ketika
ditanya soal kecelakaan kereta api di Ulujami, Jakarta Selatan.
Kecelakaan sementara menelan empat korban tewas dan melukai 66 orang
lainnya.
"Ini merupakan satu contoh bagaimana kita tidak disiplin dalam membawa
kendaraan. Kita selalu berpikir sebentar-sebentar. Dia tidak pernah
memikirkan akibat dia sembrono seperti itu, berakibat seperti ini," Ahok
dengan nada geram di kantornya di Jakarta, Senin (9/12).
Menurut dia, aparat harus tegas dalam menegakkan hukum. Pengguna jalan yang tidak disiplin harus dihukum.
"Ini kita mengajari orang untuk disiplin. Kalau sudah begini tidak
ada yang
ngomong. Nyalahin kita perlintasan
dibiarin?" tukas politisi Partai Gerindra, itu.
Ia mendukung tindakan PT KAI dengan menutup sejumlah perlintasan ilegal
dengan segala risikonya. Ketika perlintasan ditutup, lanjutnya, akan ada
pihak yang protes dengan mengatasnamakan kemanusiaan.
"Kalau mau digusur, orang tinggal di pinggir rel kereta
ngalangin kereta, orang bilang langgar HAM. Kalau sudah ada kejadian, mana ngomong HAM-nya? Tidak ada yang ngomong
nih. Nyawa melayang begitu banyaknya. Saya juga kesel dari tadi, melihat (tayangan televisi) sudah kesel," tandasnya.
Editor: Ichoel