Jakarta: Tragedi kecelakaan
maut antara
kereta rel listrik (KRL) dan mobil tangki diduga terjadi lantaran
perlintasan kereta yang sempit hingga menimbulkan kemacetan. Hal itu,
bisa diminalisasi jika jumlah
fly over (FO) dan
under pass (UP) yang melintasi rel diperbanyak agar KA dan kendraan lain tak saling bersinggungan.
Menurut anggota Komisi D DPRD DKI bidang Pembangunan, Aliman Aat, di
Jakarta, Senin (9/12), FO dan UP bisa mengurangi persimpangan sebidang
hingga KA dan kendaraan lain tak saling bersinggungan. "Segera bangun FO
dan UP kalau ingin kejadian seperti sekarang tidak terulang lagi," ujar
Aliman Aat.
Tapi, menurutnya,
pada 2014 Pemprov DKI hanya akan membangun satu FO. Padahal, jumlah
persimpangan di wilayah Jakarta mencapai ratusan lokasi.
Dia mengungkapkan, dari hasil pendataan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI,
ada
100 titik persimpangan di Jakarta yang cukup rawan kecelakaan lalu
lintas dan bersinggungan dengan perlintasan kereta api. Persimpangan
tersebut memiliki volume perjalanan kendaraan bermotor cukup tinggi.
"Kami (DPRD) telah meminta Dinas PU DKI untuk mengkaji keberadaan
simpang itu, apakah layak dibangun under pass atau fly over," katanya.
Dengan berkurangnya persinggungan itu, lanjut Aliman, setidaknya dapat
mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas antara kendaraan bermotor dan
kereta api.
Politisi Partai Demokrat itu pun mendesak DPU DKI agar tidak terlalu
lama membuat perencanaan pembangunan HO dan UP. Semakin lama ditunggu semakin banyak potensi korban akan muncul. (Selamat Saragih)
Editor: Afwan Albasit