Jakarta: Tak ada yang bisa menduga datangnya petaka,
memang. Pun dengan kecelakaan maut di perlintasan kereta di daerah
Ulujami, antara Stasiun Pondok Ranji dan Stasiun Pondokbetung, siang
tadi.
Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak tiba-tiba nyelonong
menorobos palang pintu, sementara kereta komuter 1131 jurusan Stasiun
Tanahabang - Serpong, tengah bergerak cepat. Tak ada yang menyangka pula
kalau truk bakal mogok, tepat ketika ada di atas rel.
Nena Apriliana, salah satu korban selamat kecelakaan maut itu,
menuturkan, tak seperti biasa kereta datang telat sekitar 10 menit di
Stasiun Pondok Ranji. Agak aneh pula, selama melaju menuju Stasiun
Pondokbetung, klakson kereta terus meraung.
Tak ada penumpang yang ngeh tanda itu, juga Nena. Sampai akhirnya...
bummm, kereta bergetar hebat. Oleng lalu terbalik. Api membumbung, korban berjatuhan.
Panik menyergap. Tambah celaka, pintu gerbong pertama terkunci rapat.
"Saya selamat setelah meloncat dari jendela. Gerbong tiba-tiba dipenuhi
asap," tutur mahasiswa semester akhir Universitas Bina Nusantara, itu.
Belakangan Nena tahu, kecelakaan menelan banyak korban. Data sementara,
empat orang dilaporkan tewas, termasuk masinis kereta. Sebanyak 66
penumpang lainnya terluka, baik ringan, sedang, maupun berat.
Korban luka dirawat di tiga rumah sakit: Rumah Sakit Pusat Pertamina, RS
Fatmawati, dan RS dr Suyoto. Korban ditaksir terus bertambah.
Editor: Ichoel