Jakarta: PT Pertamina (Persero) hingga kini belum
menghitung kerugian akibat kecelakaan kereta api yang melibatkan truk
tangki yang mengangkut Bahan Bakar
Mineral
(BBM) sebanyak 24 kilo liter. Perusahaan memfokuskan pada penyelematan
korban kecelakaan dan pemadaman kebakaran akibat kecelakaan tersebut.
Vice President
Corporate Secretary
Pertamina Ali Mundakir mengatakan telah pihaknya telah mengerahkan 2
unit mobil pemadam kebakaran dari Depot Plumpang serta telah
berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran dalam proses pemadaman.
"Saat ini Pertamina terus mengumpulkan informasi dari petugas Pertamina
di lapangan dan masih fokus untuk penanganan para korban," ujar Ali
seperti dikutip dari siaran pers yang diterima
Media Indonesia, Senin (9/12).
Lebih lanjut, Pertamina siap membantu biaya pengobatan bagi korban dan
menyiapkan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) bagi Korban yang perlu di
rujuk ke RS lebih lanjut.
Dijelaskan Ali, tangki yang tertabrak KRL jurusan Serpong-Tanah Abang
sedang membawa bahan bakar minyak jenis premium berkapasitas 24 KL untuk
didistribusikan ke wilayah Bintaro dan sekitarnya. "Mengenai penyebab
kejadian, kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak
kepolisian," kata Ali.
Lebih lanjut Ali menambahkan, insiden ini tidak berpengaruh terhadap
distribusi BBM untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Kami mengharapkan
masyarakat tidak perlu khawatir atas kecelakaan yang terjadi. Atas
kejadian yang terjadi kami menyampaikan duka yang paling dalam kepada
keluarga korban kecelakaan ini," cetusnya. (Ayomi Amindoni)
Editor: Afwan Albasit